Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bongkar Pasang Kurikulum

 BONGKAR PASANG KURIKULUM


“Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya. Sungguh mereka akan menghadapi masa yang berbeda dari masamu”

- Ali bin Abi Thalib - 

Dunia pendidikan tidak terlepas dari kurikulum yang merupakan sesuatu yang wajib diketahui oleh seorang pendidik agar dapat menyampaikan informasi sesuai dengan ketentuan yang ada. Setiap kurikulum pasti masih ada kekurangan yang perlu dirubah oleh pendidik tersebut sesuai situasi dan kondisi.

Perkembangan Kurikulum

Dari tahun ke tahun perkembangan kurikulum di Indonesia mengalami perubahan perubahan yang bertujuan untuk terciptanya sebuah kurikulum yang pas dalam membentuk karakter peserta didik. Dalam melakukan inovasi kurikulum dibutuhkan langkah-langkah tertentu agar tercapai tujuan yang hendak dicapai. Namun tidak semua kurikulum dapat berfungsi sebagaimana yang kita inginkan (Ansori, 2020).

Dari masa ke masa, muatan pendidikan terus berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, budaya, yang semakin maju. Untuk itu, perubahan kurikulum menjadi sesuatu hal yang perlu dilakukan. Perubahan dan perkembangan kurikulum terus dilakukan di Indonesia mulai dari masa kemerdekaan, diantaranya Garis Besar Program Pengajaran (GBPP), kurikulum 84, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum 2013, sampai akhirnya di tahun 2020 penyelenggaraan pendidikan di Indonesia kembali dihadapkan pada perubahan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran baru 2022/2023 yang dikenal dengan kurikulum Prototipe atau disebut juga kurikulum merdeka belajar.

Berbicara Kurikulum Prototipe

Dalam pemulihan pembelajaran, saat ini sekolah diberikan kebebasan menentukan kurikulum. Ada 4 pilihan, diantaranya :

Pilihan 1 : Kurikulum 2013 secara penuh

Pilihan 2 : Kurikulum Darurat

Pilihan 3 : Kurikulum yang disederhanakan secara mandiri

Pilihan 4 : Kurikulum Merdeka

Kurikulum prototipe melanjutkan arah pengembangan  kurikulum sebelumnya:

1.Orientasi holistik

kurikulum dirancang untuk  mengembangkan murid secara holistik, mencakup  kecakapan akademis dan non-akademis, kompetensi  kognitif, sosial, emosional, dan spiritual.

2.Berbasis kompetensi, bukan konten

kurikulum  dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin  dikembangkan, bukan berdasarkan konten atau materi  tertentu.

3.Kontekstualisasi dan personalisasi

kurikulum  dirancang sesuai konteks (budaya, misi sekolah,  lingkungan lokal) dan kebutuhan murid.



#opini #kurikulum #perubahanKurikulum 


Posting Komentar untuk "Bongkar Pasang Kurikulum"